Sekarang ini lagi marak-maraknya gerakan menolak asap,bukan
tanpa alasan banyak orang membuat gerakan menolak asap.Yap kalian tau sekarang
banyak terjadi terbakarnya hutan di tanah sumatera,alhasil sebagian besar
sumatera terkena dampak dari terbakarnya hutan tersebut,dampak yang paling
terasa adalah kabut asap.Kabut asap ini semakin lama semakin mengganggu,mulai
dari pandangan hingga terkena penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA.Gue
sendiri sih terganggu dengan asap ini,pagi-pagi sekarang tidak bisa lagi
menghirup udara segar,yang ada sekarang pagi-pagi kita menghirup kabut asap.Tak
hanya pagi hari,kabut asap terkadang bertahan sampe siang hari,bisa lo bayangin
kan gimana rasa nya panas-panas pas siang hari plus ada kabut asap yang tebal.
Kalo gue baca-baca di koran,bencana kabut asap ini terjadi
karena suhu yang terlalu panas,sehingga dapat menyebabkan kebakaran di titik
api yang rawan akan kebakaran.Tapi tidak seluruh kebakaran hutan merupakan
dampak cuaca yang ekstrim,gue juga pernah baca di koran,kalau kebakaran ini
juga disebabkan oleh oknum-oknum yang membakar hujan dengan sengaja.Pemerintah
sebenarnya sudah membantu semaksimal mungkin,dengan mengawasi agar hutan-hutan
tidak dibakar dengan sengaja,memadamkan hutan yang terbakar dengan
helikopter,dan yang paling anyar yaitu membuat hujan buatan.Kita seluruh
Indonesia sekarang hanya bisa berdoa dan berharap agar bencana kabut asap ini
dapat segera hilang dari tanah kita tercinta,salah satu aksi yang dapat kita
lihat sekarang yaitu gerakan menolak asap dengan membagikan masker secara
gratis kepada warga-warga yang sedang bepergian keluar rumah.
Buat kalian yang daerah nya gak terkena kabut
asap,bersyukurlah kalian,karena kami yang disini merindukan menghirup udara
segar di pagi hari.Buat kalian yang bernasib sama kayak gue(terkena kabut
asap),jangan berhenti berdoa dan berharap agar kabut asap yang terjadi di tanah
Sumatera cepat hilang.Saran gue kalo kita keluar rumah,hendak nya kita
menggunakan masker,lebih baik kita mencegah daripada mengobati J






0 comments:
Post a Comment