Tuesday, 8 November 2016

Apa yang salah dengan kita sebagai manusia?

 Kemarin 8 November 2016, terjadi kemacetan yang bisa dibilang cukup parah di Palembang. Kemacetan terjadi dikarenakan akses salah satu jalan ditutup karena ada musibah kebakaran. Semoga tidak ada korban kebakaran dan semoga si pemilik usaha diberi ketabahan untuk menghadapi musibah ini.
 Jam sudah menunjukan pukul 15:00, mata kuliah di kelas kami dimulai pukul 15:10, sembari menunggu teman-teman lain yang belum datang, kami pun mengobrol ngalor ngidul gak jelas, mulai dari ngobrolin yang gak penting, sampe yang tidak begitu penting. Setelah ngalor ngidul agak lama, salah satu teman sekelas gue datt]eng dan langsung memotong pembicaraan kami. "Tadi ada kebakaran di arah polda" kami yang mendengarnya pun lumayan kaget, "Dekat lah berati dengan kampus, kalo kebakaran di arah polda" celetuk salah satu teman gue. Dengan adanya dia berkata seperti itu, kami pun mendapat pencerahan untuk melihat kebakaran dari lantai 4 gedung fakultas kami. Dengan semangat dan bercampur keringat, kamipun sampai di lantai 4. Di lantai 4 kami memang melihat ada gempulan asap yang tidak terlalu besar, "Yaelah, ini mah bukan kebekaran kalo apinya kecil, ah paling itu asap orang bakar ban atau bakar sampah" ucap teman gue. "Palak kau(dalam bahasa palembang "Palak" berarti "Kepala") tu asap orang bakar sampah, nah liat kebakaran besar, gue rekam tadi" Ternyata memang terjadi kebakaran besar.
 Setelah itu kami turun lagi ke lantai 1, dimana itu adlah ruangan kami belajar. Akhirnya dosen datang, dan kamipun belajar seperti biasa. Jam menunjukkan 16:45, kami pun keluar dan bergegas untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing. Dengan tidak ada perasaan curiga akan terjadinya kemacetan yang luar biasa, gue pun mengeluarkan motor dari parkiran dan melenggang pulang dengan mengantar temen gue ke kosannya terlebih dahulu."Buset dah, tumben macet bener di jalan ke kosan lo" Karena macet, kamipn memutar ke jalan tikus yang notabene lebih kecil. Di jalan tikus tidak macet, tapi begitu keluar ke jalan yang bisa dibilang sedang, terjadi lagi kemacetan. Dan kamipun memutar lagi lewat jalan tikus, dan ternyata nembus ke arah kosan temen gue. Nah disinilah masalah terjadi, kami keluar ke simpang tiga, simpang tiga itu jalannya sedang, tapi lajurnya dua arah, Sehingga dari dua lajur itu tidak ada yang mau mengalah. Dengan SOK GAGAHNYA turun lah lelaki paruh baya dengan marah-marah dan memaki pengendara lain seolah menjadi sumber terjadinya kemacetan."Woy kalian tu coba minggir dulu, mobil aku ni mau lewat, biar gak macet lagi jalannya" Sembari marah dan SOK MENGATUR pengendara lain, bapak ini memarahi pengendara yang ada di depan mobilnya. "Gila kali ini orang, masak maccet malah marah-marah kepada pengguna jalan, biar mobilnya sendiri bisa lewat" celetuk gue kpd teman. "Yaudah lah lil, gue sampe sni aja, biar jalan kaki, lagian kosan gue udah gak terlalu jauh, kesel gue liat tu bapak gila marah-marah" akhirnya gue dan temen gw berpisah di simpang tiga yng disebutkan tadi. Bapak itu masih SOK MENGATUR agar mobilnya bisa lewat tanpa memikirkan kendaraan yang lain. Gue pun gak bisa melihat amarah bapak itu lebih jauh lagi, karena jalan yang gue lalui udah bisa diakses, walaupun hanya ergerak beberapa meter lalu stop, dan berulag sampe gue pulang kerumah.
 Apa yang salah dengan kita sebagai manusia? Kenapa sebagian besar dari kita hanya mementingkan ego diri sendiri, bahkan memandang orang lain salah tanpa melihat kondisi sekitar? Jujur gue kesel liat orang yang seperti itu, yah kalo macet mah dilalui aja, gak usah marah-marah demi mobil nya bisa berjalan , gue rasa seluruh orang juga terkena macet. Sadarlah wahai manusia, hilangkan sifat egois dan  mau menang sendiri, agar tercapainya indonesia yang damai dan sejahtera, bukan malah mementingkan ego sendiri untuk mencapai sesuatu, seperti bapak yang gue sebutkan pada paragraf diatas tadi. Gue sebagai manusia past juga punya ego sendiri, tapi lihat juga situasi bos, kalo semua jalan macet, ya tunggu aja, bukan cuma lo yang terkena macet, jalan itu juga bukan punya lo. Duh panjang juga bacotan gue pagi ini, sekian dulu sesi bacot-bacot untuk kali ini.

0 comments:

Post a Comment